by

SOAL – SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)  HUKUM ACARA PERDATA SEMESTER IV – TAHUN 2020 

SOAL – SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)  HUKUM ACARA PERDATA

SEMESTER IV – TAHUN 2020 

 

UNIVERSITAS MPU TANTULAR

UJIAN AKHIR  SEMESTER  (UTS)

Metode DARING (ONLINE)

 

 

Fakultas              : HUKUM
Jurusan               : Ilmu Hukum
Mata Kuliah           : Hukum Acara Perdata
Hari, Tanggal         : Sabtu,      Agustus  2020
Waktu                 : 120 (seratus dua puluh) menit 
Dosen                 : Dr. (Cand.) APPE HUTAURUK, SH., MH.
NIDN                  : 0307036803


 

KETENTUAN UJIAN:

  1. Tidak dibenarkan membuka buku referensi atau catatan;
  2. Tidak dibenarkan membuka situs google atau yang lainnya melalui media elektronik;
  3. Tidak dibenarkan bekerja sama;
  4. Jawaban harus diketik dengan menggunakan format MS WORD;
  5. Jawaban diunggah melalui kolom Tugas di Edlink FH UMT;
  6. Mematuhi tata tertib yang ditentukan oleh universitas dan/atau fakultas;
  7. Mahasiswa yang melanggar ketentuan ujian diatas, dikenakan sanksi yang tegas;

 

PERTANYAAN:

  1. Jelaskan perbedaan eksepsi KOMPETENSI ABSOLUT (absolute competentie) dan KOMPETENSI RELATIF (relatieve competentie) ditinjau dari waktu mengemukakan/pengajuannya dalam persidangan perkara perdata. Akan tetapi, dalam praktek Hukum Acara Perdata terdapat beberapa pengecualian berkaitan dengan penerapan cara mengajukan/mengemukakan eksepsi Kompetensi Relatif tersebut, jelaskan pengecualian tersebut. 
  1. Dalam praktek Hukum Acara Perdata berkaitan dengan gugat – menggugat, lazim pula adakalanya Tergugat/Para Tergugat juga mengajukan GUGATAN BALIk (REKONVENSI). Jelaskan kapan dan terhadap siapa saja Gugatan Rekonvensi tersebut boleh diajukan Selanjutnya jelaskan ketentuan mengenai prosedur  pemeriksaan Gugatan Rekonvensi akibat/atas adanya Gugatan Konvensi dalam praktek peradilan perdata.
  1. Dalam Praktek Peradilan (Perdata) dikenal istilah “LIJDELIJKE ROL”/FORMELE WAARHEID dan “LEIDENDE ROL”/MATERIELE WAARHEID dalam kapasitas HAKIM secara ex officio, jelaskan pengertian kedua terminologi tersebut secara komperehensif. Selanjutnya jelaskan pula prinsip “MOTIVASI WAJIB DALAM PUTUSAN HAKIM”.
  1. Prinsip atau asas “Peradilan bersifat terbuka” sangat erat hubungannya dengan asas “Putusan Pengadilan dibacakan dalam persidangan yang bersifat terbuka untuk umum”, jelaskan hubungan kedua asas tersebut dan dimana letak perbedaannya. Jelaskan apa implikasi yuridis apabila suatu putusan dibacakan secara tertutup. Sebutkan pula alasan – alasan suatu persidangan dapat mengesampingkan asas “Peradilan bersifat terbuka”.
  1. Dalam HUKUM AJEKTIF PERDATA, jelaskan peranan yang berhubungan dengan proses pemeriksaan perkara di persidangan. Jelaskan pula konsekwensi yuridis dari legal standing pemegang peranan tersebut.

 

SELAMAT UJIAN DAN HARAP TENANG

 

About Author: Appe Hamonangan Hutauruk

Appe Hamonangan Hutauruk selaku Penulis tunggal pada Website: "Law Firm Appe Hamonangan Hutauruk & Associates" adalah seorang "Pegiat Penegakkan Hukum dan Hak Asasi Manusia" serta "Pemerhati Sosial Kemasyarakatan" yang berprofesi sebagai Advokat (Advocate), Konsultan Hukum (Legal Consultant) dan Dosen (lecturer) pada salah satu Universitas swasta di Jakarta, selain itu juga menduduki jabatan sebagai Ketua Umum pada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bernama "Komunitas Masyarakat Anti Korupsi dan Penggelapan Pajak (KOMAKOPEPA). youtube.com/c/BeritaHukumKebijakanPublik

News Feed