Klasifikasi Partai

Politik4 views

Writer and Copyright:
Dr. Appe Hutauruk, SH., MH.
Advokat & Dosen Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular
Ketua umum Komunitas Masyarakat Anti Korupsi & Penggelapan Pajak
AKTIVIS 1998

Klasifikasi Partai

Secara umum, apabila dilihat dari segi komposisi dan fungsi keanggotaannya maka klasifikasi partai dapat dibagi dalam 2 (dua) jenis yaitu; partai massa dan partai kader.  Partai massa mengutamakan kekuatan melalui keunggulan jumlah anggotanya; oleh karena itu ia biasanya terdiri dari berbagai aliran politik  dalam masyarakat yang sepakat untuk bernaung dibawahnya dalam memperjuangkan suatu program yang biasanya luas dan agak kabur. Partai kader mementingkan keketatan organisasi dan disiplin kerja dari anggota – anggotanya. Pimpinan partai biasanya menjaga kemurnian doktrin politik yang dianut dengan jalan mengadakan saringan terhadap calon anggotanya dan memecat anggotanya yang menyeleweng dari garis partai yang telah ditetapkan[1]).

Selain itu, dapat pula dilakukan klasifikasi berdasarkan sifat dan orientasi partai, dalam hal ini partai – partai dapat dibagi dalam 2 (dua) jenis yaitu partai lindungan (patronage party) dan partai azas (weltanschauungs partei / programmatic party). Partai lindungan umumnya memiliki orientasi nasional yang kendor (sekalipun organisasinya di tingkat lokal sering cukup ketat), disiplin yang lemah dan biasanya tidak terlalu mementingkan pemungutan iuran secara teratur. Maksud utamanya ialah memenangkan pemilihan umum untuk anggota – anggota yang dicalonkannya; karena itu hanya giat menjelang masa – masa pemilihan. Partai Demokrat dan Partai Republik di Amerika Serikat merupakan contoh dari partai semacam ini. Partai ideologi atau partai azas (Sosialisme, Fasisme, Komunisme, Kristen – Demokrat) biasanya mempunyai pandangan hidup yang digariskan dalam kebijaksanaan pimpinan dan berpedoman pada disiplin partai yang kuat dan mengikat. Terhadap calon anggota diadakan saringan, sedangkan untuk menjadi anggota pimpinan disyaratkan lulus melalui beberapa tahap percobaan. Untuk memperkuat ikatan batin dan kemurnian ideologi maka dipungut iuran secara teratur  dan disebarkan organ – organ partai yang memuat ajaran – ajaran serta keputusan – keputusan yang telah dicapai oleh pimpinan[2]).

[1]) Miriam Budiardjo. Miriam Bidiardjo. Dasar – Dasar Ilmu Politik. Jakarta (Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama, Tahun 2000). hlm. 166.

[2]) Miriam Budiardjo.ibid. hlm. 166 – 167.

Writer and Copyright:
Dr. Appe Hutauruk, SH., MH.
Advokat & Dosen Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular
Ketua umum Komunitas Masyarakat Anti Korupsi & Penggelapan Pajak
AKTIVIS 1998

News Feed