by

PELAKSANAAN PENCATATAN PERKAWINAN DI INDONESIA

PELAKSANAAN PENCATATAN PERKAWINAN DI INDONESIA

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG MASALAH

Lembaga perkawinan / pernikahan merupakan landasan yuridis yang memberikan bagi seorang laki – laki (pria) dan perempuan (wanita) untuk hidup dan berkumpul bersama dalam suatu rumah tangga / keluarga. Oleh karena itu, sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku di Indonesia maka setiap perkawinan harus dicatat dalam administrasi negara. Bagi mereka yang melakukan perkawinan menurut agama Islam maka pencatatan perkawinan dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA), sedangkan bagi mereka beragama Kristen (Katholik dan Protestan), Budha dan Hindu  pencatan dilakukan di Kantor Catatan Sipil (KCS).

Terhadap perkawinan / pernikahan yang dilakukan oleh penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sampai saat ini belum ada kebijakan pemerintah yang jelas dan tegas mengenai pencatatan perkawinan tersebut. Hal ini menimbulkan ambivalensi dalam kebijakan pemerintah untuk mewajibkan pencatatan setiap perkawinan dalam administrasi negara. Sebagai suatu fakta dapat dikemukakan bahwa meskipun  Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam putusannya Nomor: 178 K/TUN/1997 tentang Perkawinan Kong Hu Cu, dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dalam putusan perkara Nomor: 024 / G.TUN / 1997 / PTUN.Jkt. menyatakan bahwa Kantor Catatan Sipil tidak berwenang menolak pencatatan perkawinan penganut kepercayaan, akan tetapi faktanya sampai saat ini Kantor Catatan Sipil tidak bersedia tunduk pada putusan tersebut dan tidak menolak pencatatan perkawinan yang dilakukan oleh penganut aliran kepercayaan.

Pencatatan perkawinan sangat penting dilakukan, oleh karena mempunyai implikasi yuridis dalam berbagai aspek sebagai akibat dari dilakukannya perkawinan / pernikahan tersebut. Akan tetapi, di Indonesia terdapat beberapa faktor terutama yang berhubungan dengan nilai – nilai budaya dan agama atau kepercayaan, yang menjadi kendala pelaksanaan pencatatan perkawinan  Oleh karena itu, peranan sosiologi hukum sebagai suatu disiplin ilmu pengetahuan menjadi sangat relevan untuk menganalisa hubungan antara kaidah – kaidah hukum positif yang mengatur tentang yang kewajiban pencatatan perkawinan dengan nilai – nilai yang hidup dan berkembang dalam masyarakat Indonesia.

Adapun fakta yuridis (das sollen) dan fakta riil (das sein) yang menjadi  landasan  dan yang sekaligus  sebagai dasar berpikir (basic of thinking) untuk membahas fenomena sosiologis dari permasalahan pencatatan perkawinan di Indonesia, adalah:

  1. Fakta Yuridis (das sollen), yang meliputi:
  2. Pasal 2 ayat (2) Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, yang berbunyi: “Tiap – tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang – undangan yang berlaku”.
  3. Pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, yang berbunyi:

(1)   “Akta perkawinan dibuat dalam rangkap 2 (dua), helai pertama disimpan oleh Pegawai Pencatat, helai kedua disimpan pada Panitera Pengadilan dalam wilayah kantor pencatatan perkawinan itu berada”.

(2)   “Kepada suami dan isteri masing – masing diberikan kutipan akta perkawinan”.

  1. Pasal 5 – 6 Kompilasi Hukum Islam (KHI) di Indonesia, yang berbunyi:

–       Ketentuan pasal 5 yang berbunyi:

(1)   “Agar terjamin ketertiban bagi masyarakat Islam setiap perkawinan harus dicatat”.

(2)   “Pencatatan perkawinan tersebut pada ayat  (1), dilakukan oleh Pegawai Pencatat Nikah sebagaimana yang diatur dalam Undang – Undang Nomor 22 Tahun 1946 jo Undang – Undang Nomor 32 Tahun 1954”.

Ketentuan pasal 6 yang berbunyi:

(1)   “Untuk memenuhi ketentuan dalam pasal 5, setiap perkawinan harus dilangsungkan di hadapan dan di bawah Pegawai Pencatat Nikah”.

(2)   “Perkawinan yang dilakukan di luar pengawasan Pegawai Pencatat Nikah tidak mempunyai kekuatan hukum”.

  1. Fakta Riil (das sein), yaitu sulit mengharapkan kesadaran hukum sebagian masyarakat Indonesia agar memiliki kesadaran untuk melaksanakan pencatatan perkawinan yang telah dilakukan.

2. PERMASALAHAN

Mengamati situasi sosio – kemasyarakatan di negara Indonesia yang berlangsung sampai saat ini, dianggap segera perlu dilakukan langkah – langkah untuk mengoptimalkan pelaksanaan pencatatan perkawinan sebagai bentuk upaya penertiban administrasi kependudukan. Esensi dari kebijakan dalam bidang pencatatan perkawinan adalah pelayanan kepada masyarakat (pelayanan publik / public service) untuk memberikan dokumen atau akta resmi yang menerangkan bahwa telah terjadi peristiwa hukum  yaitu dilakukannya suatu perkawinan / pernikahan. Melalui catatan atau daftar tersebut dapat diperoleh data akurat dan valid mengenai status kependudukan seseorang, yang dapat dipergunakan untuk berbagai kepentingan, baik untuk kepentingan informasi publik, kepentingan hukum maupun kepentingan yang lain.

Dalam praktek kehidupan bermasyarakat di Indonesia, pencatatan perkawinan masih mendapat kendala serta belum terlaksana secara unifikasi dan menyeluruh di seluruh wilayah negara. Meskipun peraturan perundang – undangan  yang mengatur mengenai kewajiban untuk melakukan pencatatan perkawinan sudah dibuat dan berlaku cukup lama, akan tetapi dalam kenyataannya masih belum memberikan hasil secara optimal. Keadaan tersebut disebabkan oleh permasalahan – permasalahan mendasar, yang dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Adanya pengaruh nilai – nilai adat – istiadat dan agama atau kepercayaan yang hidup dan berkembang dalam masyarakat hukum adat.
  2. Kurangnya sosialisasi mengenai manfaat pencatatan perkawinan.

3. METODOLOGI PENELITIAN

Penulisan makalah ini merupakan suatu rangkaian dari kegiatan ilmiah  untuk mempelajari dan membahas  fenomena hukum yang didasarkan pada metode ilmiah. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu penelitian, yang dipergunakan sebagai pedoman untuk  mengumpulkan data – data  serta melakukan kajian atau telaah terhadap fenomena – fenomena yuridis. Sehingga penulisan makalah ini sebagai suatu bentuk karya ilmiah  sesuai dengan prosedur  penelitian yang berfokuskan masalah (problem – focused research).

Metodologi penelitian sebagai sarana pengumpulan data yang dipergunakan oleh Penulis dalam makalah ini, adalah:

  1. Penelitian lapangan (field research) melalui  metode pengumpulan data primer atau data dasar (primary data / basic data) yaitu mengumpulkan informasi langsung dari masyarakat sebagai sumber pertama.
  2. Penelitian kepustakaan (library research) melalui metode pengumpulan data sekunder (secondary data) yaitu mencakup peraturan perundang – undangan, buku – buku, dokumen – dokumen resmi, media cetak dan media online, hasil – hasil penelitian yang berwujud laporan – laporan, yurisprudensi, dan sebagainya.

4. SISTEMATIKA PENULISAN

Agar pembahasan dalam karya ilmiah ini dapat dengan mudah ditelaah dan difahami, maka penulisan makalah ini disusun secara sistematis, sebagai berikut:

–       Bab I: Pendahuluan, terdiri dari:

  1. Latar Belakang Masalah.
  2. Permasalahan.
  3. Metodologi Penelitian.
  4. Sistematika Penulisan

–       Bab II: Analisis Masalah

  1. Adanya pengaruh nilai – nilai adat – istiadat dan agama atau kepercayaan yang hidup dan berkembang dalam masyarakat hukum adat.
  2. Kurangnya sosialisasi mengenai manfaat pencatatan perkawinan.

–       Bab III: Penutup

  1. Kesimpulan.
  2. Saran – saran.

 

BAB II

ANALISIS  MASALAH

Hukum merupakan sarana / alat untuk merubah (agent of change) suatu tatanan kehidupan masyarakat. Melalui kaidah – kaidah / norma – norma hukum dilakukan social engineering atau social planning yaitu cara – cara untuk mempengaruhi masyarakat dengan sistem yang teratur dan direncanakan terlebih dahulu, sehingga tatanan kehidupan masyarakat menjadi lebih ajeg (teratur). Dengan demikian, keberlakuan suatu norma hukum yang mewajibkan dilakukannya pencatatan perkawinan di Indonesia sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat (2) Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan pasal 5 – 6 Kompilasi Hukum Islam (KHI) di Indonesia dapat merubah konsepsi berpikir dan perilaku masyarakat Indonesia mengenai manfaat dan tujuan pencatatan perkawinan.    Akan tetapi dalam keadaan yang senyatanya (das sein / in concreto) sangat sulit merubah jalinan nilai – nilai yang selama ini sudah terpolarisasi dalam praktek kehidupan masyarakat Indonesia terutama apabila hal tersebut berhubungan dengan faktor adat – istiadat (tradition) / kebudayaan (culture) dan agama atau kepercayaan masyarakat tersebut.

Pada hakekatnya, aturan tata – tertib mengenai perkawinan di lingkungan masyarakat Indonesia sudah ada sejak dahulu kala bahkan sampai saat ini masih dipertahankan sebagai suatu jalinan nilain – nilai secara turun – temurun. Konsepsi tersebut sesuai dengan pendapat Prof. H. Hilman Hadikusuma, SH. yang menyatakan, ”Aturan tata – tertib perkawinan sudah ada sejak masyarakat sederhana yang dipertahankan anggota – anggota masyarakat dan para pemuka masyarakat adat dan atau para pemuka agama. Aturan tata – tertib itu terus berkembang maju dalam  masyarakat yang mempunyai kekuasaan pemerintahan di dalam suatu negara. Di Indonesia aturan tata – tertib perkawinan itu sudah ada sejak zaman kuno, sejak zaman Sriwijaya, Majapahit, sampai masa kolonial Belanda dan sampai Indonesia telah merdeka. Bahkan aturan perkawinan itu sudah tidak saja menyangkut warga negara Indonesia, tetapi juga menyangkut warga negara asing, karena bertambah luasnya pergaulan bangsa Indonesia”[1]. Bahkan aturan tata – tertib tersebut sering dianggap sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk dapat sahnya suatu perkawinan.

Eksistensi hukum adat di Indonesia juga sangat mempengaruhi kesadaraan masyarakat untuk melaksanakan pencatatan perkawinan. Ditinjau dari aspek sosial budaya, Indonesia terdiri dari masyarakat majemuk (plural society), dimana banyak terdapat golongan etnik, kebudayaan – kebudayaan dan adat – istiadat.  Bagi kalangan masyarakat hukum adat tertentu terdapat asumsi bahwa perkawinan tidak perlu dicatat oleh karena perkawinan tersebut sudah sah apabila dilakukan menurut adat istiadat setempat, sebagaimana diintrodusir oleh Prof. H. Hilman Hadikusuma , SH., bahwa “Sahnya perkawinan menurut hukum adat bagi masyarakat hukum adat di Indonesia pada umumnya bagi penganut agama tergantung pada agama yang dianut masyarakat adat bersangkutan. Maksudnya jika telah dilaksanakan menurut tata tertib hukum agamanya, maka perkawinan itu sudah sah menurut hukum adat. Kecuali bagi mereka yang belum menganut agama yang diakui pemerintah, seperti halnya mereka yang masih menganut kepercayaan agama lama (kuno) seperti ‘sipelebegu’ (pemuja roh) di kalangan orang batak (perhatikan J.C. Vergeouwen, 1986:81) atau agama Kaharingan di kalangan orang – orang Daya Kalimantan Tengah (Koentjaraningrat / J. Danandjaja, 1983:137) dan lainnya, maka perkawinan yang dilakukan menurut tata tertib adat / agama mereka itu adalah sah menurut hukum adat setempat”[2]. Dengan anggapan demikian, pada umumnya masyarakat hukum adat di Indonesia merasa perkawinan yang telah dilakukan menurut hukum adatnya adalah telah sah sehingga tidak perlu dilakukan pencatatan menurut peraturan perundang – undangan yang berlaku. Kenyataan kehidupan masyarakat Indonesia yang demikian mempengaruhi kebijakan politik hukum pemerintah di penataan pencatatan perkawinan.

Secara yuridis, suatu perkawinan menimbulkan implikasi terhadap hubungan hukum (hak dan kewajiban) suami – isteri, anak – anak (keturunan) dan harta kekayaan. Implikasi yuridis dari perkawinan tersebut sangat berhubungan erat dengan pencatatan perkawinan yang dituangkan dalam suatu akta atau surat. Sehingga akta atau surat (surat nikah / akta perkawinan) tersebut tidak hanya sekedar diperuntukkan sebagai tertib adminstrasi tetapi lebih dari itu dapat dipergunakan sebagai sarana / alat  pembuktian secara hukum yang menerangkan telah dilangsungkannya suatu perkawinan serta akibat – akibat hukum lainnya yang timbul dari perkawinan tersebut. Akan tetapi, meskipun pencatatan perkawinan sangat bermanfaat namun sebagian masyarakat Indonesia masih mengabaikannya. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  1. Adanya pengaruh nilai – nilai adat – istiadat dan agama atau kepercayaan yang hidup dan berkembang dalam masyarakat hukum adat.

Adanya suatu sistem nilai (value system) yang masih dipertahankan oleh masyarakat hukum adat di Indonesia didasarkan atas pendekatan pemikiran tradisional bahwa peraturan perundang – undangan / hukum positf (positive law) yang mengatur tentang pencatatan perkawinan hanya  bersifat fakultatif. Peraturan perundang – undangan yang yang mengatur tentang pencatatan perkawinan sebagai tertib hukum (rechtsorde)  lebih rendah tingkatannya daripada nilai – nilai adat – istiadat dan agama atau kepercayaan yang hidup dan berkembang dalam masyarakat hukum adat, sehingga dapat dikesampingkan. Sehingga dalam kerangka pemikiran masyarakat Indonesia tersebut tahapan pendekatan sosiologis yang memberi pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat hukum adat Indonesia bahwa ketentuan mengenai pencatatan perkawinan sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat (2) Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan pasal 5 – 6 Kompilasi Hukum Islam (KHI) di Indonesia adalah merupakan aturan yang bersifat imperatif / memaksa (dwangmaatregel).

Tahapan pendekatan yang demikian merupakan gabungan dari aktivita sosiologis yaitu “melakukan penelitian lapangan untuk meneliti apakah undang – undang, dakwah dan penyuluhan itu telah dilaksanakan oleh masyarakat, berapa jumlahnya, persentasenya, dan apa penyebanya”, serta  aktivita intelektualis yaitu “pembahasan data dari penelitian secara detail untuk menemukan asas dan melahirkan teori yang memodifikasi materi  materi misionaris menjadi lebih efektif”[3]. Sosiologi hukum sebagai social engineering atau social planning yaitu cara – cara untuk mermpengaruhi dan merubah pola pikir masyarakat dengan sistem yang teratur melalui peraturan perundang – undangan menjadi sangat relevan. Hal tersebut disebabkan bahwa di negara Indonesia masih banyak terdapat kelompok – kelompok sosial yang disebut gemeinschaft yaitu “bentuk kehidupan bersama dimana anggauta – anggautanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta bersifat kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang memang telah dikodratkan; kehidupan tersebut dinamakan juga bersifat nyata dan organis, sebagaimana diumpamakan organ tubuh manusia atau hewan”[4]. Selanjutnya dapat dijelaskan bahwa ‘”di dalam sebuah gemeinschaft terdapat suatu common will, ada suatu pengertian (understanding) serta juga kaedah – kaedah yang timbul dengan sendirinya dari kelompok tersebut”[5].

Sebagai landasan teoritis perlunya dilakukan pembaharuan pola pemikiran masyarakat hukum (adat) Indonesia agar timbul perubahan nilai – nilai kearah kesadaran akan pentingnya pencatatan perkawinan adalah pendapat yang dikemukakan oleh Prof. Dr. H.R. Otje Salman, SH. dan Anthon F. Susanto, SH., M.Hum., yang menyatakan: “Untuk negara yang sedang membangun hukum dapat berperan di depan mengubah pola pemikiran masyarakat dari pola pemikiran yang tradisional ke dalam pola pemikiran yang rasional atau modern. Disini hukum berfungsi sebagai sarana pembaharuan masyarakat. Konsepsi hukum sebagai sarana pembaharuan masyarakat mempunyai pengertian yang lebih luas dari konsepsi “law as a tool of social engineering”. Konsepsi ini membawa konsekuensi, bahwa perubahan yang diinginkan berjalan dengan teratur dan direncanakan. Hukum disini mungkin dapat mempunyai pengaruh langsung maupun tidak langsung di dalam mendorong terjadinya perubahan sosial. Sebagai suatu contoh, pada tahun 1970-an Pemerintah melancarkan suatu operasi pelarangan pemakaian koteka di daerah Irian Jaya. Ini dimaksudkan terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat, dari pola kebiasaan yang dipandang sudah kurang memenuhi rasa moralitas dalam melakukan pergaulan hidup dengan masyarakat pada umumnya. Contoh lain, dengan dikeluarkannya Undang – Undang Pendidikan Nasional (Undang – undang No. 2 tahun 1990), membawa konsekwensi adanya perubahan dalam pola pendidikan di Indonesia. Perubahan dalam pola ini, juga akan berakibat kepada berbagai aspek lain yang tadinya tidak terbiasa dilakukan untuk menyesuaikan dengan peraturan yang baru tersebut”[6].

Otje Salman dan Anthon F. Susanto melanjutkan pendapat teoritisnya  yang menyatakan: “Peranan hukum sebagai sarana untuk mengubah masyarakat, mempunyai peranan penting terutama dalam perubahan – perubahan yang dikehendaki atau perubahan – perubahan yang direncanakan. Di dalam suatu masyarakat yang sudah kompleks dimana peranan birokrasi penting dalam tindakan – tindakan sosial, maka mau tidak mau harus ada dasar hukum untuk sahnya suatu tindakan yang diputuskan”[7].

Jalinan atau sisitem nilai – nilai yang hidup, berkembang dan dipertahankan oleh masyarakat berkaitan dengan kebudayaan, adat – istiadat dan agama atau kepercayaan merupakan suatu sistem sosial sebagai wadah dan proses dari pola – pola interaksi sosial. Kelompok – kelompok masyarakat seperti halnya gemeinschaft merupakan kelompok kekerabatan ikatan nilai – nilai yang sangat kuat. Identitas dari kelompok kekerabatan tersebut antara lain, “adanya sistem kaedah – kaedah yang mencakup hak – hak dan kewajiban – kewajiban yang mengatur interaksi sosial antara warga – warga kelompok tersebut”[8].

Eksistensi hukum adat sebagai salah satu jalinan nilai – nilai (disamping budaya, agama dan kepercayaan) dalam masyarakat hukum adat di Indonesia sangat erat hubungannya dengan permasalahan pencatatan perkawinan di Indonesia. Dengan pengertian, kelompok masyarakat tertentu beranggapan bahwa hukum adat sebagai warisan para leluhur mempunyai strata yang lebih tinggi daripa peraturan perundang – undangan. Kenyataan tersebut menimbulkan konsekwensi pada pola pikir (pemikiran) kelompok masyarakat hukum adat  bahwa  pencatatan perkawinan tidak perlu dilakukan oleh karena hal tersebut tidak pernah ditentukan sebagai suatu kewajiban dalam hukum adat. Oleh karena itu, dalam konteks ini sesungguhnya lebih lanjut diperlukan “pendekatan sosiologis terhadap hukum adat untuk mengadakan: 1. Identifikasi hukum adat, 2. Identifikasi terhadap faktor – faktor yang berpengaruh   terhadap efektivitas hukum adat, 3. Identifikasi sampai sejauh mana efektivitas hukum adat. Pendekatan sosiologis tersebut terutama akan menghasilkan hukum dalam arti sebagai perikelakuan (behavior) yang mempunyai ciri – ciri tertentu”[9].

Hukum adat (adatrecht) mempunyai sifat kemasyarakatan yang berazaskan keseimbangan dan diliputi oleh suasana keagamaan. Hukum adat merumuskan aturan – aturan berhubungan dengan dasar – dasar dan susunan masyarakt setempat yang azas – azasnya dapat diperlakukan secara umum. Hukum adat di Indonesia umumnya juga  mencakup mengenai perkawinan. Akan tetapi, apabila ditelusuri secara  luas dan seksama maka tidak ada ketentuan dalam (hukum) adat dan  norma – norma agama yang terdapat di Indonesia yang mengharuskan sebagai suatu kewajiban dilaksanakannya pencatatan perkawinan.

Demikian pula tinjauan dari aspek lain, yaitu meskipun secara hukum suatu perkawinan / pernikahan dianggap sah menurut undang – undang apabila telah memenuhi syarat – syarat yang ditentukan dan dicatat Pegawai Pencatat Nikah (PPN), akan tetapi masih banyak perkawinan / pernikahan yang dilangsungkan menurut agama Islam tidak dicatat di Kantor Urusan Agama. Begitu juga perkawinan yang dilakukan menurut agama Budha dan Hindu, masih banyak yang belum dicatat dalam administrasi negara. Sedangkan bagi penganut agama Kristen, masih banyak melangsungkan perkawinan hanya sebatas pemberkatan pernikahan di Gereja dan tidak dicatat di Kantor Catatn Sipil.

Dalam kerangka pemikiran secara dogmatis tersebut, masyarakat cenderung berorientasi pada fakta – fakta masa lalu dan bersifat imitatif. Nilai – nilai sejarah keagamaan tersebut dijadikan sebagai pedoman atau tata cara dalam melakukan pernikahan. Dalam dimensi berpikir yang demikian, di kalangan masyarakat Islam misalnya masih terdapat cara pandang antagonistik terhadap peraturan perundang – undangan yang mengatur tentang pencatatan perkawinan, yaitu pandangan yang dihubungkan dengan aturan hukum yang bersumber dari Al – quran dan Sunnah, yang tidak mewajibkan adanya pencatatan perkawinan. Begitu juga kalangan masyarakat Kristiani tertentu yang hanya memahami sebagai suatu nilai hakiki bahwa perkawinan sudah cukup dianggap  sah apabila telah dilakukan pemberkatan pernikahan oleh Pendeta.

  1. Kurangnya sosialisasi mengenai manfaat pencatatan perkawinan.

Kiranya dapat dikemukakan bahwa yang menjadi landasan teoritis dari asumsi – hipotetis  “kurangnya sosialisasi mengenai manfaat pencatatan perkawinan” adalah pendapat Rocoe Pound yang menyatakan,”proses hukum pada hakekatnya adalah suatu proses rekayasa sosial (social engeneering). Hukum itu pada hakikatnya adalah sarana yang dapat digunakan untuk mengontrol dan merekayasa masyarakat. Hukum diselenggarakan dengan tujuan untuk mengoptimalkan pemuasan kebutuhan dan kepentingan (interest)”[10].    Dalam rangka sosialisasi tersebut maka rekayasa sosial yang tertuju pada diskresi menjadi sangat signifikan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang manfaat pencatatan perkawinan.

Diskresi untuk meningkatkan dan memantapkan sosialisasi mengenai pelaksanaan pencatatan perkawinan sebagaimana ditentukan dalam pasal 2 ayat (2) Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan pasal 5 – 6 Kompilasi Hukum Islam (KHI) di Indonesia adalah sangat penting. Sosialisasi tersebut harus  dapat memberikan gambaran dan pemaparan yang bersifat komprehensif agar masyarakat memahami akibat hukum dan manfaat dari pencatatan perkawinan, sehingga ada persesuaian dengan nilai – nilai yang dianut oleh warga masyarakat. Melalui sarana sosialisasi tumbuh kesadaran hukum masyarakat untuk melaksanakan pencatan perkawinan. Dengan perkataan lain, sosialisasi merupakan sarana atau corong penyampaian diskresi sebagai suatu kaedah hukum. Hal ini sesuai dengan pemahaman masyarakat  yaitu kaedah hukum sebagai diskresi pemerintah, sesuai pendapat Soejono Soekanto, Purnadi Purbacaraka yang mengatakan bahwa, “ Hukum  sebagai keputusan penguasa, yakni hasil proses diskresi yang menyangkut pengambilan keputusan yang didasarkan pada hukum, akan tetapi  yang juga didasarkan pada penilaian pribadi”[11].

Pada esensinya proses penegakkan hukum  dan peraturan perundang – undangan adalah berasal dari masyarakat dan bertujuan untuk mencapai kedamaian hidup bersama (peaceful living together) di dalam masyarakat tersebut. Dengan perkataan lain, masyarakat dapat mempengaruhi proses penegakkan hukum (law enforcement). Sosialisasi merupakan bentuk diskresi pemerintah yang bersifat lunak (persuasian) agar masyarakat patu / taat pada hukum, dalam konteks ini melaksanakan pencatatan perkawinan. Agar diperoleh kesadaran hukum masyarakat, maka sosialisasi mengenai pencatatan perkawinan perlu dilakukan secara berulang – ulang dan secara terus – menerus. Hal ini sesuai dengan pendapat  Soerjono Soekanto yang menyatakan: “Kadang – kadang dapat diterapkan cara mengadakan penerangan dan penyuluhan yang dilakukan berulang kali, sehingga menimbulkan suatu penghargaan tertentu terhadap hukum (cara ini lazim dikenal dengan sebutan pervasion)”[12].

Sosialisasi pentingnya pencatatan perkawinan di Indonesia masih belum dilakukan secara optimal, terus – menerus dan berkelanjutan, bahkan dapat dikatakan bahwa pemerintah belum sungguh – sungguh melakukan sosialisasi dengan metode yang tepat dan benar kepada masyarakat mengenai pencatatan perkawinan. Padahal sosialisasi sangat berperan dalam peningkatan kesadaran  masyarakat agar taat atau patuh pada hukum dan peraturan perundang – undangan. Melalui sosialisasi peraturan perundang – undangan terjadi pembaharuan atau perubahan dalam pola – pola interaksi dan paradigma berpikir masyarakat berkaitan dengan pencatatan perkawinan. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa pembaharuan atau perubahan dalam budaya masyarakat dapat terjadi bukan hanya disebabkan oleh faktor paksaan (coercion), akan tetapi juga disebabkan faktor terbukanya alam pikiran masyarakat untuk menerima norma – norma sebagai jalinan nilai – nilai yang baru.

B.H. Raven mengatakan, “pengaruh merupakan proses perubahan pada seseorang dalam pemahamannya, sikap atau perikelakuannya, yang bersumber pada orang lain atau kelompok”[13]. Dengan demikian, sosialisai peraturan perundang – undangan mengenai pencatatan perkawinan adalah cara untuk mempengaruhi pemahaman, sikap atau perikelakuan seseorang agar berubah kearah kesadaran pentingnya pencatatan perkawinan.

Banyak masyarakat Indonesia penganut agama dan aliran kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa masih memiliki pemahaman yang sederhan tentang sahnya suatu perkawinan / pernikahan. Bagi mereka perkawinan cukup dilakukan menurut agama dan kepercayaan sesuai dengan ketentuan pasal 2 ayat (1) Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, yang menyatakan, “Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing – masing agamanya dan kepercayaannya itu”.  Menurut pemahaman masyarakat tersebut, hal itu berarti bahwa jika suatu perkawinan telah memenuhi syarat agama dan rukun nikah atau ijab kabul telah dilaksanakan (menurut agama Islam), pemberkatan pernikahan (menurut agama Kristen), atau ritual keagamaan lainnya  (menurut agama Budha dan Hindu) maka perkawinan tersebut telah sah. Akibatnya banyak perkawinan yang tidak dicatatkan di Kantor Urusan Agama atau Kantor Catatn Sipil.

Pemberdayaan sosialisasi sebagai sarana untuk merubah karakteristik pola pikir masyarakat Indonesia sangat penting dan relevan dilakukan saat ini agar masyarakat mengetahui  akibat  hukum dari tidak dicatatnya perkawinan dalam administrasi negara dan akibat hukum dengan dilaksanakannya pencatatan perkawinan. Secara yuridis, akibat hukum   tidak dilakukannya pencatatan perkawinan, yaitu:

  1. Perkawinan dianggap tidak sah.

Msekipun perkawinan dilakukan menurut agama dan kepercayaan, namun di mata negara perkawinan anda dianggap tidak sah jika belum dicatat oleh Kantor Urusan Agama atau Kantor Catatan Sipil.

2. Anak hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibu dan keluarganya.

Anak-anak yang dilahirkan di luar perkawinan atau perkawinan yang tidak tercatat, selain dianggap anak tidak sah, juga hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibu atau keluarga ibu (Pasal 42 dan 43 Undang-Undang Perkawinan). Sedang hubungan perdata dengan ayahnya tidak ada.

3. Anak dan ibu tidak berhak atas nafkah dan warisan.

    Akibat lebih jauh dari perkawinan yang tidak tercatat adalah, baik isteri maupun anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut tidak berhak menuntut nafkah ataupun warisan dari ayahnya[14].

Selanjutnya dalam kegiatan sosialisasi tersebut perlu juga disampaikan kepada masyarakat mengenai akibat hukum atau manfaat dari pencatatan perkawinan /  pernikahan. Secara umum, Ahmad Nuryani menguraikan manfaat dari pencatatan pernikahan, sebagai berikut:

  1. Mendapat perlindungan hukum

Bayangkan, misalnya terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Jika sang istri mengadu kepada pihak yang berwajib, pengaduannya sebagai istri yang mendapat tindakan kekerasan tidak akan dibenarkan. Alasannya, karena sang isteri tidak mampu menunjukkan bukti-bukti otentik akta pernikahan yang resmi.

  1. Memudahkan urusan perbuatan hukum lain yang terkait dengan pernikahan

Akta nikah akan membantu suami isteri untuk melakukan kebutuhan lain yang berkaitan dengan hukum. Misalnya hendak menunaikan ibadah haji, menikahkan anak perempuannya yang sulung, pengurusan asuransi kesehatan, dan lain sebagainya.

  1. Legalitas formal pernikahan di hadapan hukum

Pernikahan yang dianggap legal secara hukum adalah pernikahan yang dicatat oleh Petugas Pencatat Nikah (PPN) atau yang ditunjuk olehnya. Karenanya, walaupun secara agama sebuah pernikahan yang tanpa dicatatkan oleh PPN, pada dasarnya illegal menurut hukum.

  1. Terjamin keamanannya

Sebuah pernikahan yang dicatatkan secara resmi akan terjamin keamanannya dari kemungkinan terjadinya pemalsuan dan kecurangan lainnya. Misalnya, seorang suami atau istri hendak memalsukan nama mereka yang terdapat dalam Akta Nikah untuk keperluan yang menyimpang. Maka, keaslian Akta Nikah itu dapat dibandingkan dengan salinan Akta Nikah tersebut yang terdapat di KUA tempat yang bersangkutan menikah dahulu[15].

Dengan mengetahui adanya dampak yuridis atau akibat – akibat hukum dan manfaat dari pencatatan perkawinan atau apabila tidak dilaksanakannya pencataan perkawinan / pernikahan maka diharapkan masyarakat mempunyai kesadaran untuk melakukan pencatatan perkawinan dalam administrasi negara di Kantor Urusan Agama atau Kantor Catatan Sipil. Melalui kesadaran hukum tersebut akan timbul jalinan nilai – nilai baru ke arah perubahan paradigma berprilaku atau bersikap tindak dalam lapangan hukum perkawinan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa terdapat korelasi yang bersifat kausalitas antara kebijakan pemerintah untuk melakukan sosialisasi mengenai pencatatan perkawinan melalui metode yang tepat dan benar dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pencatatan setiap perkawinan yang dilakukan.

 

BAB III

PENUTUP

  1. KESIMPULAN

–     Pada umumnya masyarakat hukum adat di Indonesia beranggapan bahwa  perkawinan yang telah dilakukan menurut hukum adatnya adalah telah sah sehingga tidak perlu dilakukan pencatatan menurut peraturan perundang – undangan yang berlaku. Kenyataan kehidupan masyarakat Indonesia yang demikian mempengaruhi kebijakan politik hukum pemerintah di penataan pencatatan perkawinan.

–     Maksud dari diadakannya pencatatan perkawinan dalam suatu akta atau surat adalah sebagai tertib adminstrasi negara dan dapat dipergunakan sebagai sarana / alat  pembuktian secara hukum yang menerangkan telah dilangsungkannya suatu perkawinan serta akibat – akibat hukum lainnya yang timbul dari perkawinan tersebut.

–     Pencatatan Perkawinan dilaksanakan dengan tujuan agar terdapat kepastian hukum terhadap suatu perkawinan.

–     Meskipun pencataan perkawinan telah diatur dalam peraturan perundang – undangan yang bersifat imperatif yaitu pasal 2 ayat (2) Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan pasal 5 – 6 Kompilasi Hukum Islam (KHI) di Indonesia,  namun sebagian masyarakat Indonesia masih mengabaikannya.

–     Kebijakan hukum pemerintah dalam pelaksanaan pencatatan perkawinan, sangat dipengaruhi oleh faktor – faktor; 1) nilai – nilai adat – istiadat dan agama atau kepercayaan yang hidup dan berkembang dalam masyarakat hukum ada, dan  2)  sosialisasi mengenai manfaat  pencatatan perkawinan.

–     Secara sosiologis, dewasa ini perlunya dilakukan pembaharuan pola pemikiran masyarakat hukum (adat) Indonesia agar timbul perubahan nilai – nilai kearah kesadaran akan pentingnya pencatatan perkawinan, sebab secara empiris tidak ada ketentuan dalam (hukum) adat dan  norma – norma agama yang terdapat di Indonesia yang mengharuskan sebagai suatu kewajiban dilaksanakannya pencatatan perkawinan.

–     Banyak kelompok masyarakat di Indonesia beranggapan bahwa hukum adat sebagai warisan para leluhur mempunyai strata yang lebih tinggi daripa peraturan perundang – undangan. Kenyataan tersebut menimbulkan konsekwensi pada pola berpikir kelompok masyarakat tersebut  bahwa  pencatatan perkawinan tidak perlu dilakukan oleh karena hal tersebut tidak pernah ditentukan sebagai suatu kewajiban dalam hukum adat.

–     Secara faktual, masih banyak perkawinan / pernikahan yang dilangsungkan menurut agama Islam tidak dicatat di Kantor Urusan Agama. Demikian juga perkawinan yang dilakukan menurut agama Budha dan Hindu, masih banyak yang belum dicatat dalam administrasi negara. Sedangkan bagi penganut agama Kristen, masih banyak melangsungkan perkawinan hanya sebatas pemberkatan pernikahan di Gereja dan tidak dicatat di Kantor Catatn Sipil.

–     Sosialisasi mengenai pencatatan perkawinan sebagai suatu kebijakan / diskresi pemerintah harus  dapat memberikan gambaran dan pemaparan yang bersifat komprehensif agar masyarakat memahami akibat hukum dan manfaat dari pencatatan perkawinan, sehingga ada persesuaian dengan nilai – nilai yang dianut oleh warga masyarakat.

–     Kebijakan sosialisasi sebagai sarana untuk merubah karakteristik pola pikir masyarakat Indonesia sangat penting dan relevan dilakukan saat ini agar masyarakat mengetahui  akibat  hukum dari tidak dicatatnya perkawinan dalam administrasi negara dan akibat hukum dengan dilaksanakannya pencatatan perkawinan.

  1. SARAN

–     Urgensi pencatatan perkawinan adalah sangat penting dilaksanakan demi kepastian dan ketertiban dalam hukum, oleh karena pemerintah harus secara sungguh – sungguh melakukan sosialisasi terhadap masyarakat terutama kelompok – kelom[pok masyarakat hukum adat mengenai tujuan dan manfaat pencatatn perkawinan.

–     Pemerintah  harus melakukan pendekatan sosiologis  berdasarkan metode aktiva intelektualis  agar dapat merubah sistem  dan jalinan nilai – nilai masyarakat yang dipengaruhi unsur – unsur adat, budaya dan agama atau aliran kepercayaan agar timbul kesadaran hukum masyarakat terhadap pentingnya pencatatan perkawinan.

–     Agar tercapai program tertib administrasi dalam bidang pencatatan perkawinan di negara Indonesia dan dalam rangka mewujudkan adanya persamaan kedudukan di hadapan hukum dan pemerintahan, maka sudah sepatutnya pemerintah mengakui dan melakukan pencatatan dalam administrasi negara di Kantor Catatan Sipil terhadap perkawinan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat penganut aliran kepercayaan.

 

 

 DAFTAR KEPUSTAKAAN

Fuady, Munir. Teori – Teori Dalam Sosiologi Hukum. Jakarta (Penerbit: Kencana Prenada Media Group) 2011;

Hadikusuma, H. Hilman. Hukum Perkawinan Indonesia Menurut   Perundangan, Hukum Adat, Hukum Agama. Bandung (Penerbit: Mandar Maju) 2007;

Nuryani, Ahmad. Dasar Hukum Pencatatan Pernikahan di Indonesia.  Jakarta (Media Online) 2012;

P., Trubus Rahardiansah, Endar Pulungan. Pengantar Sosiologi Hukum. Jakarta (Penerbit: Universitas Trisakti) 2005;

Salman,  Anthon F. Susanto. Beberapa Aspek Sosiologi Hukum. Bandung (Penerbit: PT. Alumni) 2012;

Soekanto, Soerjono. Beberapa Catatan Tentang Psikologi Hukum. Bandung (Penerbit: PT. Alumni) 1979;

——-. Mengenal Sosiologi Hukum. Bandung (Penerbit: Alumni) 1982;

——–.  Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta (Penerbit: PT. RajaGrafindo Persada) 2008;

——–. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta (Penerbit: CV. Rajawali) 1982;

Soekanto, Soerjono, Mustafa Abdullah. Sosiologi Hukum Dalam Masyarakat. Jakarta (Penerbit: CV. Rajawali) 1982;

Soekanto,  Soerjono Soekanto. Pokok – Pokok Hukum Adat. Bandung (Penerbit: PT. Alumni) 1981;

YLBH APIK Jakarta. Pentingnya Pencatatan Perkawinan. Jakarta (Media Online) 2012;

Zamzami, Mukhtar. Materi Kuliah Sosiologi Hukum, Memahami Sosiollogi Hukum. Jakarta (Universitas Jaya Baya) 2012;

 

Footnote:

[1]H. Hilman Hadikusuma.Hukum Perkawinan Indonesia Menurut: Perundangan, Hukum Adat, Hukum Agama.Jakarta (Penerbit: Mandar Maju,2007).halaman 1.

[2] H. Hilman Hadikusuma.ibid. halaman 26.

[3] Mukhtar Zamzami. Materi Kuliah, Memahami Sosiologi Hukum. Jakarta (Universitas Jayabaya, 2012).

[4] Soerjono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta (Penerbit: CV. Rajawali, 1982) halaman 128 – 129.

[5] Soerjono Soekanto. Ibid. Halaman 130.

[6]  Otje Salman,  Anthon F. Susanto. Beberapa Aspek Sosiologi Hukum. Bandung (Penerbit: PT. Alumni Bandung, 2012) halaman 88.

[7] Salman, SH., Anthon F. Susanto. Ibid. Halaman 88.

[8] Soekanto, Soerjono Soekanto. Pokok – Pokok Hukum Adat. Bandung (Penerbit: Alumni, 1981) halaman 146.

[9] Soekanto, Soerjono Soekanto. Ibid. Halaman 173.

[10] Trubus Rahardiansah P., Endar Pulungan. Pengantar Sosiologi Hukum. Jakarta.(Penerbit: Universitas Trisakti, 1987) halaman 227.

[11] Soerjono Soekanto. Mengenal Sosiologi Hukum. Bandung (Penerbit: Alumni, 1982) Halaman 34

[12] Soerjono Soekanto. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Penegakkan Hukum. Jakarta (Penerbit: Raja Grafindo Persada, 2008) halaman 49.

[13] Soerjono Soekanto. Beberapa Catatan Tentang Psikhologi Hukum. Bandung (Penerbit: Alumni, 1979) halaman 37.

[14] YLBH APIK Jakarta. Pentingnya Pencatatan Perkawinan. Media Online

[15] Ahmad Nuryani. Dasar Hukum Pencatatan Pernikahan di Indonesia. Media Online.

About Author: Appe Hamonangan Hutauruk

Appe Hamonangan Hutauruk selaku Penulis tunggal pada Website: "Law Firm Appe Hamonangan Hutauruk & Associates" adalah seorang "Pegiat Penegakkan Hukum dan Hak Asasi Manusia" serta "Pemerhati Sosial Kemasyarakatan" yang berprofesi sebagai Advokat (Advocate), Konsultan Hukum (Legal Consultant) dan Dosen (lecturer) pada salah satu Universitas swasta di Jakarta, selain itu juga menduduki jabatan sebagai Ketua Umum pada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bernama "Komunitas Masyarakat Anti Korupsi dan Penggelapan Pajak (KOMAKOPEPA). youtube.com/c/BeritaHukumKebijakanPublik

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1,180 comments

  1. Pingback: Escort amsterdam
  2. Hi there would you mind stating which blog platform you’re working with?
    I’m going to start my own blog soon but I’m having
    a tough time choosing between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal.
    The reason I ask is because your design and style seems different then most blogs and I’m looking for something completely unique.
    P.S Sorry for getting off-topic but I had to ask!

  3. After study a few of the blog posts on your internet site now, and also I genuinely like your means of blog writing. I bookmarked it to my book marking website list as well as will be checking back quickly. Pls look into my web site too and let me understand what you think.

  4. Pingback: local guides
  5. Pingback: RoyalCBD
  6. Pingback: Royal CBD
  7. Pingback: RoyalCBD.com
  8. Pingback: Royal CBD
  9. An outstanding share! I’ve just forwarded this onto a colleague who has been conducting a little research on this. And he actually ordered me lunch simply because I stumbled upon it for him… lol. So let me reword this…. Thanks for the meal!! But yeah, thanx for spending some time to talk about this topic here on your site.

  10. Pingback: Royal CBD
  11. Pingback: RoyalCBD
  12. Pingback: cbd wisconsin
  13. I?m pleased, I should say. Actually seldom do I encounter a blog site that?s both educative and enjoyable, and also let me tell you, you have actually struck the nail on the head. Your suggestion is outstanding; the problem is something that not nearly enough people are speaking smartly around. I am extremely satisfied that I stumbled across this in my look for something relating to this.

  14. Pingback: RoyalCBD.com
  15. You have made some really good points there. I looked on the net to find out more about the issue and found most people will go along with your views on this site.

  16. Pingback: Royal CBD
  17. Hello! I just would like to give you a big thumbs up for the great information you have got here on this post. I’ll be returning to your blog for more soon.

  18. Pingback: RoyalCBD.com
  19. I’m amazed, I must say. Seldom do I come across a blog that’s both equally educative and engaging, and without a doubt, you’ve hit the nail on the head. The issue is something that not enough folks are speaking intelligently about. I’m very happy I found this in my hunt for something regarding this.

  20. Pingback: RoyalCBD
  21. After study a few of the post on your web site now, and also I absolutely like your method of blogging. I bookmarked it to my book mark internet site checklist and also will be inspecting back soon. Pls look into my web site too and also let me recognize what you think.

  22. Pingback: cbd oil new mexico
  23. Hi, I do believe this is an excellent site. I stumbledupon it 😉 I’m going to return yet again since I bookmarked it. Money and freedom is the best way to change, may you be rich and continue to help others.

  24. Pingback: Royal CBD
  25. Pingback: Royal CBD
  26. You are so cool! I don’t suppose I have read a single thing like this before. So great to find someone with genuine thoughts on this subject. Really.. many thanks for starting this up. This web site is one thing that is needed on the internet, someone with a little originality!|

  27. Pingback: RoyalCBD
  28. Pingback: Royal CBD
  29. Pingback: cbd maine
  30. When I originally left a comment I seem to have clicked the -Notify me when new comments are added- checkbox and from now on every time a comment is added I get 4 emails with the exact same comment. Is there a way you are able to remove me from that service? Kudos.

  31. My partner and I absolutely love your blog and find many of your post’s to be precisely what I’m looking for. Would you offer guest writers to write content to suit your needs? I wouldn’t mind composing a post or elaborating on a few of the subjects you write concerning here. Again, awesome web site!|

  32. Pingback: RoyalCBD
  33. Pingback: cbd oil illinois
  34. Pingback: cbd florida
  35. Having read this I believed it was really enlightening. I appreciate you spending some time and energy to put this article together. I once again find myself personally spending way too much time both reading and commenting. But so what, it was still worth it!

  36. Pingback: RoyalCBD
  37. Pingback: delaware cbd
  38. I think this is one of the most important info for me. And i am glad reading your article. But should remark on few general things, The site style is wonderful, the articles is really great : D. Good job, cheers|

  39. Pingback: RoyalCBD.com
  40. Next time I read a blog, I hope that it doesn’t disappoint me as much as this particular one. I mean, Yes, it was my choice to read through, nonetheless I actually thought you’d have something useful to talk about. All I hear is a bunch of complaining about something you could possibly fix if you were not too busy looking for attention.

  41. Pingback: arizona cbd
  42. That is a good tip especially to those new to the blogosphere. Simple but very accurate information… Appreciate your sharing this one. A must read article.

  43. Pingback: Royal CBD
  44. Pingback: RoyalCBD.com
  45. Pingback: cbd oil alaska
  46. Pingback: RoyalCBD.com
  47. Pingback: RoyalCBD.com
  48. Pingback: cbd oil recipes
  49. Hi there! I could have sworn I’ve visited your blog before but after going through many of the articles I realized it’s new to me. Regardless, I’m definitely pleased I came across it and I’ll be book-marking it and checking back often!

  50. Pingback: RoyalCBD.com
  51. Pingback: RoyalCBD.com
  52. This design is steller! You definitely know how to keep a reader amused. Between your wit and your videos, I was almost moved to start my own blog (well, almost…HaHa!) Excellent job. I really enjoyed what you had to say, and more than that, how you presented it. Too cool!|

  53. I really love your site.. Excellent colors & theme. Did you create this site yourself? Please reply back as I’m wanting to create my very own site and would love to know where you got this from or exactly what the theme is named. Thank you!

  54. Pingback: Royal CBD
  55. Nice post. I learn something totally new and challenging on sites I stumbleupon on a daily basis. It will always be interesting to read through content from other writers and practice a little something from their web sites.

  56. Pingback: Royal CBD
  57. My coder is trying to convince me to move to .net from PHP.
    I have always disliked the idea because of the expenses.
    But he’s tryiong none the less. I’ve been using WordPress
    on various websites for about a year and am worried about switching to another platform.
    I have heard very good things about blogengine.net. Is there a way I can import all my wordpress posts
    into it? Any kind of help would be really appreciated!

  58. Pingback: RoyalCBD.com
  59. Pingback: how does cbd work
  60. Fascinating blog! Is your theme custom made or did you download it from somewhere? A design like yours with a few simple adjustements would really make my blog stand out. Please let me know where you got your theme. Thanks|

  61. Oh my goodness! Impressive article dude! Thank you, However I am experiencing problems with your RSS. I don’t understand why I can’t subscribe to it. Is there anybody getting the same RSS problems? Anyone that knows the solution can you kindly respond? Thanx!!

  62. After study a few of the article on your internet site currently, and I truly like your means of blog writing. I bookmarked it to my book marking website listing and also will certainly be examining back soon. Pls check out my web site also as well as let me understand what you believe.

  63. Everything is very open with a very clear explanation of the challenges. It was truly informative. Your website is very useful. Many thanks for sharing!

  64. Hello! I could have sworn I’ve been to your blog before but after browsing through many of the articles I realized it’s new to me. Anyhow, I’m definitely delighted I discovered it and I’ll be book-marking it and checking back frequently.

  65. Oh my goodness! Awesome article dude! Thanks, However I am having issues with your RSS. I don’t understand why I am unable to subscribe to it. Is there anybody else having identical RSS problems? Anyone that knows the solution will you kindly respond? Thanks!!

  66. Pingback: Buy Weed Online
  67. I want to to thank you for this very good read!! I certainly loved every bit of it. I have got you book marked to check out new stuff you post…

  68. I blog often and I really thank you for your information. The article has really peaked my interest. I’m going to book mark your site and keep checking for new information about once a week. I opted in for your Feed too.

  69. Can I simply state what an alleviation to find a person that in fact recognizes what theyre discussing on the internet. You most definitely know exactly how to bring a problem to light and make it essential. Even more individuals require to read this and comprehend this side of the tale. I cant believe youre not a lot more popular because you most definitely have the gift.

  70. Hello there! I could have sworn I’ve been to this web site before but after browsing through a few of the articles I realized it’s new to me. Nonetheless, I’m definitely delighted I came across it and I’ll be book-marking it and checking back frequently.

  71. I was very happy to uncover this web site. I need to to thank you for ones time due to this wonderful read!! I definitely enjoyed every bit of it and i also have you saved to fav to check out new information in your web site.

  72. Good day! I simply wish to offer you a big thumbs up for the excellent information you’ve got right here on this post. I will be coming back to your website for more soon.

  73. Pingback: MILF
  74. Pingback: lesbian porn world
  75. I’m impressed, I must say. Seldom do I encounter a blog that’s both equally educative and entertaining, and let me tell you, you’ve hit the nail on the head. The problem is something that not enough people are speaking intelligently about. I am very happy that I found this during my hunt for something concerning this.

  76. Hi, I do believe this is a great blog. I stumbledupon it 😉 I will come back yet again since I bookmarked it. Money and freedom is the greatest way to change, may you be rich and continue to help other people.

  77. VSL Packaging is one of the premier US Packaging company in NYC. They offer packaging design, packaging bags, packaging boxes, packaging for shippers, packaging for pop displays and other services like 3D rendering and embossing/debossing finishing. They also provide custom packaging for retail and commercial companies. VSL Packaging is located at https://www.vslpackaging.com/ , 149 W 27th St 4th Floor, New York, NY 10001, P2W4+HV New York

  78. After I initially left a comment I appear to have clicked the -Notify me when new comments are added- checkbox and from now on whenever a comment is added I receive four emails with the exact same comment. Perhaps there is a means you can remove me from that service? Thank you.

  79. After looking into a number of the articles on your site, I really appreciate your technique of blogging. I book-marked it to my bookmark website list and will be checking back soon. Take a look at my web site as well and tell me your opinion.

  80. Hey outstanding website! Does running a blog similar to this take a great deal of work? I’ve very little understanding of computer programming however I had been hoping to start my own blog in the near future. Anyhow, if you have any recommendations or tips for new blog owners please share. I understand this is off subject nevertheless I just needed to ask. Appreciate it!|

  81. hi!,I like your writing very much! percentage we be in contact more approximately your article on AOL? I need a specialist on this space to resolve my problem. Maybe that is you! Having a look ahead to see you. |

  82. Aw, this was an incredibly nice post. Taking the time and actual effort to create a very good article… but what can I say… I hesitate a whole lot and never manage to get nearly anything done.

  83. I blog quite often and I seriously appreciate your content. Your article has really peaked my interest. I will bookmark your website and keep checking for new details about once per week. I opted in for your Feed as well.

  84. After looking at a handful of the blog posts on your website, I really appreciate your way of writing a blog. I added it to my bookmark site list and will be checking back soon. Please check out my web site too and tell me how you feel.

  85. After I originally left a comment I seem to have clicked on the -Notify me when new comments are added- checkbox and from now on whenever a comment is added I recieve four emails with the exact same comment. There has to be a way you can remove me from that service? Cheers.

  86. I discovered your blog site on google and check a few of your very early articles. Remain to keep up the great operate. I just additional up your RSS feed to my MSN Information Viewers. Looking for onward to learning more from you in the future!?

  87. Pingback: map in rust
  88. The following time I read a blog, I hope that it doesn’t dissatisfy me as much as this set. I suggest, I know it was my choice to read, yet I in fact thought youd have something intriguing to say. All I hear is a lot of grumbling regarding something that you could repair if you werent too hectic trying to find attention.

  89. You are so awesome! I do not believe I’ve read anything like that before. So nice to find another person with genuine thoughts on this topic. Seriously.. thanks for starting this up. This web site is one thing that is required on the internet, someone with a bit of originality.

  90. you are in point of fact a good webmaster. The website loading pace is amazing. It sort of feels that you’re doing any distinctive trick. Moreover, The contents are masterpiece. you have performed a wonderful process in this topic!|

  91. Pingback: Skyline Properties
  92. With havin so much written content do you ever run into any issues of plagorism
    or copyright violation? My website has a lot of unique content I’ve either
    created myself or outsourced but it seems a lot of it is popping it up all over
    the internet without my agreement. Do you know any ways to help prevent content from
    being stolen? I’d genuinely appreciate it. cheap flights 3aN8IMa

  93. Thanks , I have just been searching for information about this subject for ages and yours is the greatest I have discovered till now. But, what about the bottom line? Are you sure about the source?

  94. Pingback: Electrician SEO
  95. Youre so trendy! I do not mean Ive read anything similar to this before. So good to locate someone with some original thoughts on this subject. realy thank you for starting this up. this web site is something that is required online, a person with a little creativity. helpful task for bringing something brand-new to the web!

  96. Pingback: app for laptop
  97. Unquestionably believe that which you said. Your favorite
    reason seemed to be on the web the easiest thing to be aware
    of. I say to you, I definitely get annoyed while people think about worries that they just don’t know
    about. You managed to hit the nail upon the top as well
    as defined out the whole thing without having
    side effect , people could take a signal.
    Will likely be back to get more. Thanks

  98. Hello! Would you mind if I share your blog with my myspace group?

    There’s a lot of people that I think would really appreciate your content.
    Please let me know. Cheers

  99. Pingback: Fakaza mp3
  100. payday loans payday loan Because these kind off loans will be short
    term loans, these peoole have little bargaining electric power and nred to rely on the credit cards
    that they can use to arre worth it the lending options.
    The lender will check your economical records to erify if you ccan repay the loan by the due date.
    There are no faxing desires and you can finish your financial dealings right from home.

  101. Pretty nice post. I just stumbled upon your blog and wished to say that I have really enjoyed browsing
    your blog posts. After all I will be subscribing to your rss feed
    and I hope you write again soon!

  102. I truly love your website.. Very nice colors & theme. Did you create this web site yourself? Please reply back as I’m trying to create my own website and would like to know where you got this from or what the theme is named. Kudos.

  103. Pingback: Escort amsterdam
  104. Pingback: Amsterdam escorts
  105. Having read this I thought it was very informative. I appreciate you finding the time and effort to put this short article together. I once again find myself personally spending way too much time both reading and commenting. But so what, it was still worth it!

  106. Pingback: viagra buy
  107. Good post. I learn something new and challenging on sites I stumbleupon every day. It’s always interesting to read articles from other authors and use something from their sites.

  108. I’m more than happy to find this great site. I need to to thank you for your time due to this fantastic read!! I definitely appreciated every part of it and I have you book-marked to check out new stuff on your web site.

  109. I got this site from my buddy who informed
    me concerning this website and at the moment this time I
    am visiting this site and reading very informative articles here.

  110. Place on with this review, I absolutely think this web site requires much more factor to consider. I?ll possibly be again to check out much more, many thanks for that details.

  111. Pingback: Business Coach
  112. Pingback: Online Impacts
  113. Pingback: options trading
  114. An interesting conversation deserves remark. I believe that you must write a lot more on this topic, it may not be a forbidden subject but normally people are not nearly enough to speak on such subjects. To the next. Thanks

  115. Pingback: Computer support
  116. Pingback: embedded system
  117. Pingback: EXOTIC CARTS
  118. Pingback: dank carts  
  119. Pingback: Escorts amsterdam
  120. Pingback: gaming and travel
  121. Pingback: cheap viagra
  122. Hi there! I know this is somewhat off-topic however I needed to ask.
    Does managing a well-established blog such as yours take a large amount of work?
    I’m brand new to writing a blog but I do write in my
    journal on a daily basis. I’d like to start a blog so
    I can share my own experience and feelings online.

    Please let me know if you have any kind of suggestions or tips for brand new aspiring
    blog owners. Appreciate it!

  123. I think everything said made a lot of sense.
    However, what about this? what if you typed a catchier title?
    I mean, I don’t wish to tell you how to run your blog, but
    suppose you added something to maybe grab folk’s attention? I mean PELAKSANAAN
    PENCATATAN PERKAWINAN DI INDONESIA – Appe Hamonangan Hutauruk is a little vanilla.
    You could glance at Yahoo’s front page and see how
    they write news headlines to get people to open the links.
    You might add a video or a pic or two to get readers excited about everything’ve written. In my
    opinion, it could bring your blog a little bit more interesting.

  124. Close to canada online dispensary into a record where she ought to shoot up herself, up span circulation-to-face with the opinion and renal replacement analysis himselfРІ GOP Apprehension Dan Crenshaw Crystalloids Cradle РІSNLРІ Modifiers Him For Individual Eye In Midwest. slot machine games Knmeru zsgaxn

  125. It can also be a component transfusion to slenderize into more fine points around the us and electrolyte of a signal in catalogue to see which within reach laryngeal effects are readily obtainable, and how they can other you. ed meds online Fawhsx zbfpgv

  126. Often, it was thitherto empiric that required malar only superior grade to gain cialis online reviews in wider fluctuations, but strange charge symptoms that uncountable youngРІ An individual is an seditious Repulsion Harding ED mobilization; I purple this mechanism drive most you to make new whatРІs insideРІ Lems For ED While Are Digital To Lymphocyte Sex Acuity And Tonsillar Hypertrophy. otc ed pills Baqxuz vasmks

  127. Pingback: when to buy viagra
  128. Howdy would you mind letting me know which webhost you’re using? I’ve loaded your blog in 3 completely different web browsers and I must say this blog loads a lot quicker then most. Can you suggest a good web hosting provider at a reasonable price? Thank you, I appreciate it!

  129. Pingback: traveling
  130. An outstanding share, I simply provided this onto a coworker that was doing a little evaluation on this. As well as he actually acquired me breakfast since I discovered it for him. smile. So let me rephrase that: Thnx for the reward! However yeah Thnkx for investing the time to review this, I feel highly about it as well as like finding out more on this subject. When possible, as you become knowledge, would certainly you mind updating your blog with even more information? It is very helpful for me. Big thumb up for this post!

  131. Pingback: Google
  132. Oh my goodness! Impressive article dude! Thanks, However I am having difficulties with your RSS. I don’t understand why I can’t join it. Is there anybody getting identical RSS issues? Anyone that knows the solution can you kindly respond? Thanx!!

  133. There are some interesting points in this post yet I don?t understand if I see every one of them center to heart. There is some legitimacy however I will hold point of view up until I consider it further. Excellent write-up, many thanks and we want a lot more! Contributed to FeedBurner as well

  134. An outstanding share, I just provided this onto a coworker that was doing a little analysis on this. As well as he as a matter of fact purchased me morning meal since I found it for him. smile. So let me rephrase that: Thnx for the treat! Yet yeah Thnkx for investing the time to review this, I really feel strongly regarding it as well as like finding out more on this subject. If possible, as you end up being competence, would certainly you mind updating your blog site with more details? It is extremely useful for me. Large thumb up for this post!

  135. To ringlets decontamination between my living up in the crown on the urinary side blocking my lung, and in the a while ago I was habituated to in red them by transfusion replacement them make headway unrecognized and cardiac the omission of as chest. viagra pills Hitigv paqvap

  136. Pingback: Buy LSD Online
  137. Hi there, I discovered your website by means of Google while looking for a comparable matter, your site came up, it seems to be good. I’ve bookmarked it in my google bookmarks.
    Hi there, just changed into alert to your weblog thru Google, and found that it’s truly informative. I’m gonna be careful for brussels. I will be grateful if you happen to proceed this in future. Many other folks will be benefited out of your writing. Cheers!

  138. My brother recommended I might like this website.
    He was entirely right. This submit truly made my day. You can not consider simply
    how much time I had spent for this info! Thanks!

  139. An outstanding share! I have just forwarded this onto a friend who has been doing a little research on this. And he in fact bought me breakfast due to the fact that I discovered it for him… lol. So let me reword this…. Thanks for the meal!! But yeah, thanx for spending some time to discuss this topic here on your website.

  140. Woah! I’m really digging the template/theme of this site. It’s simple, yet effective. A lot of times it’s hard to get that “perfect balance” between superb usability and appearance. I must say you’ve done a great job with this. Additionally, the blog loads extremely fast for me on Chrome. Outstanding Blog!

  141. Pingback: Employee benefits
  142. Pingback: Blog Mang Thai
  143. Pingback: hunde physio
  144. Pingback: cannabis4homes.com
  145. Pingback: realistic dong
  146. Pingback: gel nail varnish
  147. Pingback: gamdom
  148. When I initially commented I clicked the -Notify me when new remarks are included- checkbox and also now each time a comment is added I obtain 4 emails with the exact same remark. Is there any way you can remove me from that service? Thanks!

  149. Thank you for the sensible critique. Me & my neighbor were just preparing to do a little research on this. We got a grab a book from our area library but I think I learned more clear from this post. I am very glad to see such excellent information being shared freely out there.

  150. Pingback: bitsler
  151. Pingback: stake
  152. I’ve been surfing online more than 3 hours today, yet I never found any interesting article like yours. It is pretty worth enough for me. In my opinion, if all website owners and bloggers made good content as you did, the net will be a lot more useful than ever before.

  153. Pingback: wolfbet
  154. Pingback: Higher Education
  155. Pingback: business
  156. Pingback: Loans
  157. Pingback: Viagra 200 mg nz
  158. I blog often and I truly appreciate your information. Your article has truly peaked my interest. I’m going to bookmark your site and keep checking for new information about once a week. I opted in for your Feed too.

  159. Pingback: Trade crypto coins
  160. Pingback: online viagra
  161. Pingback: otc cialis
  162. Pingback: pocket vagina
  163. Pingback: Denver SEO expert
  164. Pingback: Cialis 10mg otc
  165. Pingback: Denver HVAC
  166. Pingback: Cialis 10mg price
  167. Pingback: birthday bartender
  168. Pingback: order Cialis 40 mg
  169. Pingback: rxtrust pharm
  170. I blog often and I truly thank you for your information. The article has really peaked my interest. I am going to book mark your site and keep checking for new details about once per week. I opted in for your RSS feed too.

  171. It’s a pity you don’t have a donate button! I’d most certainly donate to this brilliant blog!

    I suppose for now i’ll settle for bookmarking and adding your RSS feed to my Google account.
    I look forward to brand new updates and will talk about this blog with my Facebook group.
    Chat soon! http://grassfed.us/

  172. Hello there! I know this is kinda off topic however I’d figured I’d ask.
    Would you be interested in trading links or maybe guest writing a
    blog post or vice-versa? My website addresses a lot of the same subjects as yours and I think we could greatly benefit
    from each other. If you happen to be interested feel free to send me an email.

    I look forward to hearing from you! Wonderful blog by the
    way! https://www.azhydroxychloroquine.com/

  173. Pingback: rx trust pharm
  174. Hi, Neat post. There’s an issue together with your web site in internet explorer, could check this? IE still is the market leader and a large element of folks will omit your fantastic writing due to this problem.

  175. Pingback: crypto exchange
  176. Iím not sure the place you’re getting your information, but great topic. I needs to spend some time finding out much more or figuring out more. Thanks for excellent info I used to be looking for this info for my mission.

  177. Pingback: THC VAPE OIL
  178. Thanks a bunch for sharing this with all of us you really know what you are talking about! Bookmarked. Please also visit my website =). We could have a link exchange arrangement between us!