by

JANJI  POLITIK  KAMPANYE PILPRES   YANG DIKEMAS DALAM KADO KEBOHONGAN

JANJI  POLITIK  KAMPANYE PILPRES  

YANG DIKEMAS DALAM KADO KEBOHONGAN

Martin Luther King, Jr., pernah menyatakan: “Tiap orang harus memutuskan apakah akan berjalan dalam sinar terang pelayanan terhadap sesama atau dalam kegelapan keegoisan yang menghancurkan. Ini adalah keputusan. Persoalan hidup yang paling mendesak dan tak henti – hentinya ditanyakan adalah  “Apakah yang akan kamu lakukan terhadap orang lain?”.  

Pertanyaan yang sama sudah sepantasnya kita ajukan kepada CAPRES dan CAWAPRES yang berkompetisi dalam KONTESTASI PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN di Indonesia pada tanggal 17 April 2019, yaitu adalah  “Apakah yang akan kamu lakukan terhadap orang lain?”  atau pertanyaan yang lebih spesifik lagi yaitu “Apakah yang masing – masing CAPRES – CAWAPRES lakukan terhadap rakyat dan negara Indonesia apabila terpilih sebagai pemenang  dalam PILPRES bulan April 2019?”

Pertanyaan tersebut berhubungan dengan sikap kita memilih dalam PEMILIHAN UMUM antara memilih “SINAR TERANG” yang telah terbukti melakukan pelayanan terhadap RAKYAT INDONESIA, atau memilih “KEGELAPAN KEEGOISAN” yang dapat menghancurkan “PERSATUAN DAN PERSAUDARAAN RAKYAT INDONESIA” karena terus menerus memproduksi dan mengeksploitasi BERITA BOHONG, UJARAN KEBENCIAN dan JANJI PALSU YANG MANIPULATIF atas nama kekuasaan.

Kita sebagai rakyat Indonesia, pasti  sudah dapat menentukan pilhan CAPRES dan CAWAPRES yang harus kita pilih dalam PILPRES bulan April 2019 dengan mempertimbangkan latar belakang dan track record atau REKAM JEJAK masing – masing PASANGAN CALON Presiden dan Wakil Presiden. Rakyat Indonesia harus cerdas dan jangan mau diberi janji politik yang dikemas dalam KADO KEBOHONGAN. 

Copy Right: Appe Hamonangan Hutauruk  

About Author: Appe Hamonangan Hutauruk

Appe Hamonangan Hutauruk selaku Penulis tunggal pada Website: "Law Firm Appe Hamonangan Hutauruk & Associates" adalah seorang "Pegiat Penegakkan Hukum dan Hak Asasi Manusia" serta "Pemerhati Sosial Kemasyarakatan" yang berprofesi sebagai Advokat (Advocate), Konsultan Hukum (Legal Consultant) dan Dosen (lecturer) pada salah satu Universitas swasta di Jakarta, selain itu juga menduduki jabatan sebagai Ketua Umum pada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bernama "Komunitas Masyarakat Anti Korupsi dan Penggelapan Pajak (KOMAKOPEPA). youtube.com/c/BeritaHukumKebijakanPublik

News Feed