BAHAYA LATEN RADIKALISME DAN INTOLERAN

Kelompok Radikalisme dan Gerombolan Intoleran dari dahulu, sekarang dan pada masa – masa yang akan datang, terus – menerus berupaya menusuk JANTUNG Ibu Pertiwi dengan berbagai cara dan siasat.

Jantung Ibu Pertiwi adalah PANCASILA. Pancasila mengalirkan darah persaudaraan ke seluruh organ tubuh Ibu Pertiwi yang berwujud Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tidak hanya sekedar mengalirkan darah persaudaraan, tetapi juga Pancasila merekatkan sendi – sendi kehidupan bangsa sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh yang menjadi kekuatan Ibu Pertiwi dengan MANTAP melangkah maju untuk mencapai kesjahteraan rakyat Indonesia materil dan spiritual.

Kelompok Radikalisme dan Gerombolan Intoleran merasa risih dan iri melihat Ibu Pertiwi merawat dan memelihara KEANEKARAGAMAN dengan penuh cinta kasih tanpa adanya diskriminasi.

Siasat klasik Kelompok Radikalisme dan Gerombolan Intoleran untuk memutus pembuluh darah persaudaraan di tubuh Ibu Pertiwi adalah dengan cara  melancarkan PROPAGANDA DUSTA dan PERILAKU  KEBENCIAN melalui ekspoitasi perbedaan dan keanekaragaman yang dipelihara dan diasuh ibu pertiwi.

Padahal perbedaan dan keanekaragaman itu adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Padahal  perbedaan dan keanekaragaman itu adalah nafas Ibu Pertiwi untuk tetap hidup sebagai suatu bangsa yang TANGGUH.

Oleh karena itu, demi Ibu Pertiwi,  sejatinya tanggung jawab dan kewajiban seluruh anak bangsa Ibu Pertiwi adalah menjaga dengan setia Ibu Pertiwi dari NIAT JAHAT Kelompok Radikalisme dan Gerombolan Intoleran yang bermaksud MEMBUNUH Ibu Pertiwi.

Jangan biarkan Ibu Pertiwi menangis, pedih bersusah hati. Jadilah kita anak bangsa yang melipur lara Ibu Pertiwi, dan menjadi garda terdepan sebagai benteng untuk menjaga dan mempertahankan PANCASILA yang merupakan Jantung Ibu Pertiwi.

Copy Right: Appe Hamonangan Hutauruk

About Author: Appe Hamonangan Hutauruk

Appe Hamonangan Hutauruk selaku Penulis tunggal pada Website: "Law Firm Appe Hamonangan Hutauruk & Associates" adalah seorang "Pegiat Penegakkan Hukum dan Hak Asasi Manusia" serta "Pemerhati Sosial Kemasyarakatan" yang berprofesi sebagai Advokat (Advocate), Konsultan Hukum (Legal Consultant) dan Dosen (lecturer) pada salah satu Universitas swasta di Jakarta, selain itu juga menduduki jabatan sebagai Ketua Umum pada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bernama "Komunitas Masyarakat Anti Korupsi dan Penggelapan Pajak (KOMAKOPEPA). youtube.com/c/BeritaHukumKebijakanPublik

News Feed